AIR NIPIS – Menindaklanjuti laporan warga Desa Palak Bengkerung Kecamatan Air Nipis atas pengerukan material di sungai dengan alat berat untuk proyek bronjong sehingga mengancam rumah, jembatan dan bendungan Air Nipis, anggota komisi 3 DPRD Bengkulu Selatan (BS) turun langsung ke lokasi proyek.

Sayangnya saat tiba dilokasi, perlakuan tidak menyenangkan didapat anggota DPRD dari salah satu pekerja proyek. Pekerja tersebut memarahi anggota DPRD BS dan bersikeras jika material proyek bronjong Balai Sungai Balai Wilayah Sungai Sumatera VII tidak mengambil material dari Sungai Air Nipis.

“Saya pekerja di sini, material kita peroleh dari lahan milik pak kades. Tidak benar itu laporan, ini semua hanya permainan politik,” kata pria paruh baya menghampiri anggota DPRD BS sambil marah-marah.

Perkataan pria yang mengaku sebagai pekerja di proyek bronjong ini langsung dibantah oleh anggota DPRD BS Hilianto dan Susman Hadi. Dua politisi yang berasal dari Air Nipis ini menegaskan pihaknya tidak hanya sekedar mendapat laporan dari warga namun sudah menyaksikan langsung pengisian bronjong menggunakan material dari sungai Air Nipis. “Tidak usah bohong pak, kita asli sini dan sehari-hari kita memang di sini jadi tahu persis,” balas Hilianto beradu argumen dengan pekerja tersebut.

Lanjut Hilianto, pengerukan material sungai Air Nipis untuk proyek bronjong ini mengancam belasan rumah warga, jembatan, serta bendungan yang berada dihulu tak jauh dari proyek. Pasalnya, material dari atas akan turun ke bawah mengisi bagian sungai yang kosong sehingga rumah, jembatan maupun bendungan bisa ikut ambruk karena bebatuan dibawahnya habis. “Kita juga tidak habis pikir kenapa kontraktor malahan mengerjakan yang belum prioritas (sebelah kiri, red), padahal usulan DPRD itu yang sebelah kanan karena ada jalan akses 3 warga desa amblas,” sesal politisi Golkar ini.

Ditambahkan Susman, dirinya sudah melihat langsung jika material bronjong disisi kanan semuanya menggunakan material dari sungai bukan hanya berdasarkan laporan saja. Untuk itu dirinya meminta kontraktor mengembalikan material sungai seperti tuntutan warga. “Pengambilan material sungai itu dilarang, seharusnya kontraktor membawa material dari luar bukan di material sungai pada lokasi proyek. Saya jamin 100 persen material disebelah kanan itu dikeruk dari sungai,” tegas wakil Ketua I DPRD BS ini.

Sementara itu penanggungjawab proyek Saryatno ditemui dilokasi mengakui jika ada material sungai diambil untuk mengisi bronjong namun tidak banyak. Saat diminta oleh anggota komisi 3 DPRD BS Yadera gambar tipikal proyek bronjong senilai Rp 3,5 miliar, Saryatno tidak mampu menunjukannya. “Gambarnya tidak ada di sini, tapi kita akui memang ada mengambil material dari sungai tapi tidak banyak,” kata Saryatno. (key)

 

Source : http://harianrakyatbengkulu.com/ver3/2015/08/12/sidak-proyek-bronjong-dewan-dimarahi-pekerja/