Jumat, 17 Jan 2014 09:01 WIB – http://mdn.biz.id/n/73613/

Pengerjaan Proyek Bronjong Sungai Sosa Diprotes Warga

MedanBisnis – Palas.

Pengerjaan proyek pembuatan pengamanan sungai, sepanjang aliran Sungai Sosa, Desa Hutaraja Lamo, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas), sepanjang 100 meter, bersumber dari Bantuan Dana Bawahan (BDB) Sumut TA 2013 sebesar Rp 1,2 miliar diprotes sejumlah warga.

Informasi dihimpun Medanbisnis dari sejumlah warga Hutarajolamo, menyebutkan, pengerjaan proyek bronjong untuk penahan terjadinya longsor dan abrasi, terkesan dikerjakan asal jadi.

Pasalnya, saat pemasangan batu mangga besar, masih terdapat beberapa cela yang kosong, tidak padat diisi dengan batu sehingga kawat pengikat tampak longgar, dikhwatirkan warga, tidak dapat menahan derasnya arus sungai, ketika debit air sungai naik, khususnya pada musim penghujan seperti saat ini.

Ironisnya, sebagian cela batu yang kosong tersebut, diisi dengan mengunakan tanah dari sekitar sungai, tentu saja kualitas proyek tersebut sangat diragukan ketahanannya untuk mengatisipasi terjadinya banjir dan longsor.

Menurut warga, proyek bronjong dikerjakan asal jadi dan tidak mengutamakan aspek kualitas yang baik. Warga mengkhwatirkan mutu bronjong asal jadi itu, tidak mampu menahan dampak terjadinya longsor yang datang sewaktu-waktu, ketika musim penghujan turun.

Karena kualitas pekerjaan bronjong yang tidak padat diisi dengan batu, lambat laun mudah tergerus air sungai, yang akhirnya sedikit demi sedikit akan ambruk ke dalam sungai dan tidak bertahan lama sesuai fungsinya sebagai penahan longsor.

Masyarakat mendesak Bidang Bina Marga Dinas PU dan Pertamben Palas, selaku pengawas proyek, segera melakukan peninjauan pekerjaan bronjong asal jadi tersebut. Karena dinilai amburadul, kualitas ketahananannya tidak akan bertahan lama sampai 1 tahun ke depan. Kepala Desa Hutaraja Lamo, Ibrahim Hasibuan, SP, ketika dikonfirmasi Medanbisnis mengatakan, protes warga merupakan wujud demokrasi masyarakat.

“Ketua BPD Desa Hutaraja Lamo bersama Sekretaris Desa, sudah mengadakan mediasi dengan sejumlah warga bersama rekanan pelaksana proyek, dicapai kesepakatan, pelaksana proyek akan memperbaiki kembali pengerjaannya dan saya lihat mereka (pelaksana proyek) sudah memperbaiki ulang pengerjaan itu, sedangkan warga terus memantau dan mengawasi pengerjaan proyek tersebut hingga selesai PHO,” katanya.

Kadis PU dan Pertamben Palas, Ir Ulil Fadil Nasution MM, melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga M Yusuf Pane, yang dikonfirmasi wartawan, Kamis (16/1), menolak hasil kerja kontraktor dan tidak akan dilaksanakan proses serah terima untuk penilaian hasil akhir proyek, atas pekerjaan proyek yang dinilai tidak sesuai dengan progres pekerjaan.

“Sesuai instruksi Bupati Palas, agar membongkar ulang atau mengerjakan ulang proyek bermasalah yang tidak sesuai dengan bestek atau mutu dan kualitas pengerjaannya, kami juga sudah instruksikan kepada pelaksana proyek bronjong Sungai Sosa agar memperbaiki ulang mutu dan kualitas pengerjaannya,” katanya.
( maulana syafii)

 

Source :  http://www.medanbisnisdaily.com