Cianjurkini – Memasuki musim hujan yang saat ini melanda wilayah Cianjur membuat sebagian warga yang berada di beberapa kawasan rawan longsor harus meningkatkan kewaspadaan. Tanah yang labil selain mengakibatkan retakan pada permukaan tanah juga bisa mengakibatkan ambruk. Hal ini bisa membuat warga merasa was-was terlebih di kawasan perbukitan seperti puncak Cipanas.
Namun disisi lain bagi sebagian warga merasa diuntungkan. Tidak hanya kalangan petani namun juga pembuat bronjong. Salah satunya pembuat bronjong yang berada di kawasan Jalan Raya Cianjur-Cipanas (Cibeureum). Dalam setiap musim hujan jumlah pesanan mengalami peningkatan.
“Sekarang musim hujan jumlah pesanan meningkat. Ya sekitar lebih dari 5 persen. Dan kebanyakan pesanan dadakan,” kata Budi (20), salah seorang pembuat bronjong.
Budi yang telah lima tahun sebagai pembuat bronjong mengaku bahwa, jumlah pesanan rutin mengalami peningkatan saat musim hujan tiba. Dalam sehari dia bersama 3 orang temannya bisa membuat bronjong sampai 30 buah, dengan ukuran 2X1.5 meter.
Bronjong merupakan anyaman yang terbuat dari kawat baja berbentuk kotak menyerupai kantung dengan konfigurasi tertentu yang berisi batu kali dan berfungsi sebagai pencegah erosi, yang dipasang pada tebing-tebing atau bukit serta biasa digunakan sebagai pelindung tiang jembatan dari gerusan aliran air.
Untuk harga setiap ukuran bronjong bervariasi. Mulai dari harga puluhan ribu rupian hingga lebih dari seratus ribu per satuannya. Itupun tergantung dari jenis kawat dan juga kerapatan dari bronjong itu.
“Harga tidak sama tergantung dengan jenis kawat dan juga ukuran lubang yang nanti dimasukan batu kedalamnya. Harga standar paling murah Rp. 70 ribu hingga Rp. 200 ribu,” jelasnya.
Dirinya menuturkan lama pengerjaan untuk satu bronjong mulai dari pemotongan kawat hingga selesai membutuhkan waktu 15 hingga 20 menit saja. Biasanya pengiriman 2 kali dalam satu bulan dan diangkut menggunakan truk.
“Jumlah sekali angkut lebih dari 500 buah bronjong. Pemesannya antara lain dari Tangerang, Bogor, Jakarta, Cipanas, Jampang, Bandung juga ada,” tuturnya.
Meski demian diluar musim hujan jumlah pesanan bronjong tidak bisa diprediksi. (Ferryindra)
Source : http://cianjurkini.blogspot.com/2015/11/musim-hujan-pesanan-bronjong-meningkat.html