Merdeka.com – Hujan berintensitas tinggi melanda Aceh dalam dua hari terakhir. Akibatnya terjadi longsor dan banjir bandang di beberapa kabupaten.

Sedikitnya ada 21.726 rumah terendam banjir dengan ketinggian mencapai 2,5 meter. Kabupaten yang dilanda banjir dan longsor terjadi di Kabupaten Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Jaya dan juga Aceh Barat Daya (Abdya).

Penanganan darurat masih terus dilanjutkan untuk dilakukan evakuasi sejumlah warga yang masih terjebak di rumah. Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) yang diterimamerdeka.com, dampak dari banjir tersebut di Kabupaten Abdya menyebabkan 8.000 rumah terendam banjir. Lalu Di Aceh Besar sekitar 10.000 rumah dan di Aceh Jaya 1.863 rumah terendam banjir.

Sedangkan dampak banjir bandang di Aceh Jaya terdapat di lima kecamatan yaitu Kecamatan Jaya, Indra Jaya, Sampoiniet, Setia Bakti dan Darul Hikmah. Dampaknya ada 6.892 jiwa harus mengungsi.

“Kecamatan Sampoiniet terbanyak warga yang mengungsi mencapai 2.818 jiwa,” kata petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Jaya, Rimbawan, Senin malam (3/11).

Sedangkan kerugian materiil yang dialami di Kabupaten Aceh Jaya, katanya, ada lebih kurang 1.863 unit rumah terendam hingga mencapai ketinggian 75 sampai 250 cm. Bahkan ada 5 rumah terkena longsor dan tidak dapat digunakan lagi dan ada 9 titik longsor terdapat di Aceh Jaya.

“Upaya yang dilakukan, BPBD, TNI, Polri, SAR dan Muspika setempat sudah melakukan evakuasi, mendirikan tenda, dapur umum dan saat ini masih melakukan pendataan, sedangkan longsor dalam proses penanganan pembersihan,” tegasnya.